Sedikit Tentang Video Klip Gaby (Catatan Iseng Sambil Ngerjain Tugas)
Akhir-akhir ini adik saya, Sarah (15 tahun), sibuk membicarakan cerita tentang Gaby. Awalnya saya tidak peduli. Karena biasanya, cerita Sarah hanya berputar-putar antara gosip dan mitos. Tapi kali ini saya agak peduli juga. Bukan karena ceritanya (karena ceritanya simpang siur dan saya kira hanya akan menghabiskan waktu untuk mencari tahu kebenarannya) tapi karena rekaman video yang (ceritanya) menjadi video-klip lagu tersebut.
Cerita Gaby (terlepas dari benar atau tidaknya) saya kira hanya menjadi promosi lagu “Tinggal Kenangan”. Karena sejak cerita itu beredar, lagu ini pun jadi banyak disukai dan dikenal luas. Masyarakat kita (khususnya adik saya, sebagai salah satu remaja yang saya kenal paling dekat) adalah penyuka mitos dan hal-hal yang berbau gosip. Mitos disukai karena menyeramkan dan gosip disukai karena kebenarannya tidak jelas. Dan saya kira promosi lagu ini sangat berhasil. Karena di handphone remaja akhir-akhir ini ada lagu tersebut.
Yah, saya ceritakan jugalah sedikit tentang si Gaby ini. Menurut Sarah, Gaby adalah cewek band yang pun pacarnya kecelakaan. Karena shock dan sedih, dia membuat sebuah lagu untuk pacarnya. Dia pernah tampil di acara pensi sebuah sekolah (tapi tidak jelas sekolah mana) dan nyanyiannya sempat direkam. rekaman inilah yang kemudian beredar di handphone dan internet. Setelah menyanyikan lagu itu, Gaby pun bunuh diri. Sekarang lagu itu dibawakan oleh band Caramel. Versi lain yang beredar di internet juga banyak. Saya malah jadi bingung membacanya. Mitos yang ada, katanya, kalau kita membuka FS Gaby, FS kita sendiri bakalan error. Karena saya tidak punya FS, jadi saya malas juga mengeceknya. Foto atau data apapun tentang Gaby sendiri tidak jelas. saya malah curiga jangan-jangan dia fiktif.
Agak menyeramkan juga melihat orang terbelah dua di jalanan. Saya sebenarnya tidak setuju dengan peredaran video (direkam dengan kamera handphone ataupun kamera digital) yang mengandung hal-hal semacam ini: kekerasan, sadisme, seks, dan sejenisnya. Beberapa kali saya melihat orang-orang terdekat saya mempunyai rekaman gambar seperti ini. Misalnya Paman saya yang mempunyai rekaman gambar proses otopsi. Okelah kalau gambar itu digunakan di dalam kelas kuliah kedokteran. Tapi kalau disebar-luaskan sehingga siapa saja dapat menonton, wah itu memprihatinkan.
Sekarang ini siapa saja bisa punya handphone dengan kamera. Mereka dengan mudahnya bisa merekam apa saja. Termasuk kalau ada kejadian seperti kecelakaan di jalan yang membuat tubuh korban hancur sampai gambar seorang teman sedang merayakan kelulusan misalnya. Tapi saya kira, harusnya, ada kode etik (saya juga tidak bisa menyebutkan kode etik apapun selain moral) untuk tidak menyebarkannya.
Hal yang paling saya ingat sampai sekarang (untungnya pagi ini saya sudah sarapan, kalau tidak saya bisa muntah) adalah keladian ketika saya kelas 1 SMA. Sepulang sekolah, saya biasa menonton televisi sambil makan siang. Hari itu saya menonton salah satu siaran berita kriminal sambil menunggu acara kuis kesukaan saya. Berita terakhir yang disiarkan adalah tentang seorang pengendara motor yang bertabrakan dengan mobil pribadi. Kalau hanya gambar lokasi dan keadaan setelah kejadian, saya mungkin tidak akan apa-apa. Tapi ada gambar sang pengendara motor yang telah meninggal sedang diangkat dari lokasi menuju pinggir jalan. Biasanya gambar akan disamarkan. Tapi kali ini penyamarannya terlambat. Selama beberapa detik saya melihat kondisi kepala korban yang pecah dan ada yang menggelantung di kepalanya (saya kira itu kulit kepala dan jaringan di sekitar kepala yang terkelupas) plus benda putih yang berjatuhan mirip adonan kue. Saya pun sadar kalau itu otak! Saya langsung muntah. Setelah kejadian itu, saya jadi sangat hati-hati kalau menonton berita kriminal karena saya tidak suka melihat apa yang saya tidak ingin lihat.
Saya pikir ini lebih menakutkan dari adegan kekerasan dalam sinetron kita yang tidak mendidik. Karena ini real. Kembali lagi ke adik saya dan video klip Gaby-nya, adik saya ini pun sekarang suka sekali mengumpulkan gambar-gambar sejenis ini dan memperlihatkannya pada saya. Walaupun dia penakut, tapi untuk urusan gambar seperti ini, dia jadi berani. Saya prihatin seprihatin-prihatinnya. Yang saya bisa lakukan untuk adik saya adalah menasehatinya. Yang Mama saya lakukan adalah menyita handphone-nya. Tapi apa yang saya bisa lakukan untuk ribuan atau bahkan jutaan gambar seperti itu di luar sana?
(Catatan ini saya tulis sambil mengerjakan tugas kuliah karena pusing juga mendengar adik saya ngoceh terus tentang Gaby
)

wah… si gaby terkenal banget ya… tapi itu hanya cerita fiktif kok, untuk lebih detilnya bisa lihat disini http://lieagneshendra.blogs.friendster.com/
saya juga bingung apa sosok gaby itu benar ada.penjelasan yang bagaimana yang bisa membuat orang lain percaya bahwa gaby itu ada.perhatikan sekitar kalian yah.
Hm, mistis. Lebih baik berpikir tentang yang “lebih jelas”
Hati-hati, seseorang nanti akan dibangkitkan beserta orang yang dicintainya. Lebih baik mencintai orang-orang yang insyaallah memperoleh jannah, daripada mencintai (mengidolakan) orang yang bunuh diri
hahaha… itu kan cuma cerita orang tentang Gaby. padahal, kenyataannya nggak kayak gitu kok. Nggak ada yang bunuh diri dan nggak ada yang mengidolakan orang bunuh diri.
Mungkin nanti aku tulis lebih lanjut tentang info yang bener ya. Tapi katanya Roy Suryo juga mau bahas. Kita tunggu aja…
saya shafiq..dr malaysia…lagu gaby amat porpuler di sini….kadang2 sedeh juga mendegar kisah ini….sya amat suka akan lagu ini…ia menggigatkan sya tentang kisah lama…